Kamis, 20 Juni 2013

Cinta Pertama dan Terakhir

19.34

Share it Please
"Rio .. turun nak!!!" teriak bunda dari ruang tamu.
"Ada apa sih bun ??" teriak Rio dari dalam kamar.
"Udah kamu buruan kesinii" jawab bunda. Rio pun keluar kamar dengan malas-malasan.
"Kenapa sih bun ?? Rio tuh ca..." kata-kata Rio terputus ketika melihat seorang gadis cantik tengah duduk di sofa. Saat dia melihat Rio, dia melemparkan sebuah senyuman yang sudah lama tak Rio lihat. Seketika itu rasa cape Rio hilang dan ia pun tersenyum.
"Esty??" kata Rio tak percaya saat melihat seorang yang sangat ia sayangi. Seorang yang telah ditunggunya selama 3tahun ini. Dia adalah cinta pertama Rio. 
"Hay Yo . . .? " sapa gadis itu yang ternyata bernama Esty. 
"bunda tinggal dulu ya Esty." kata bunda lalu pergi meninggalkan Rio & Esty. Rio berlari menuju arah Esty lalu memeluknya.
"Estyyyyy kapan kamu pulang?? aku kangeeen banget sama kamu..." 3tahun lalu Esty pergi ke singapura untuk berobat tapi Rio juga tak tau apa penyakitnya.
"Aduh.. sakit Yo." rintih Esty kesakitan karena pelukan Rio yang kencang,
"Eh sorry Es, abisnya aku kangen banget sama kamu." kata Rio sambil tersenyum memandang wajah Esty.
"Haha biasa aja kali Yo, aku tau kalau aku tuh ngangenin." kata Esty sambil tertawa lepas.
"Ih dasar .." kata Rio sambil mengacak acak rambutnya.

***

Keesokan harinya Rio mengajak Esty pergi ke taman, tempat favorit mereka dulu.
"Aku gak nyangka kamu akan bawa aku kesini lagi" kata Esty.
"Emang kenapa ?? Kamu gak suka aku bawa ke sini??" tanya Rio penuh curiga.
"Eh bukan gitu, aku seneng kok, seneng banget malah" kata Esty sambil tersenyum manis.
“apa aku bisa terus sama kamu ? apa aku bisa terus liat senyum kamu itu Esty?” batin Rio lalu memegang tangan Esty dan Rio bisa melihat raut wajahnya yang berubah menjadi kaget, perlahan wajahnya mulai memerah dan Rio pun hanya tersenyum kecil.
"3 tahun aku nunggu Es, dan aku pengen ngomong sesuatu sama kamu sebelum semua terlambat." Rio melihat raut keheranan di wajah Esty, orang yang Rio sayang.
"Ngomong apaan ??" tanya Esty penasaran. Rio tersenyum lembut pada Esty dan tetap memegang erat tangan Esty.
"Apa kamu tau perasaan aku selama ini ke kamu??” Esty menatapnya tak mengerti. Rio pun melanjutkan perkataannya.
"Aku sayang sama kamu Esty, sayaaaanggg banget.. Apa kamu gak tau ?? apa sikap aku selama ini belum bisa nunjukin ke kamu bahwa aku sayang sama kamu ??" kata Rio mengungkapkan perasaannya pada Esty. Esty semakin tak mengerti
"Kamu nembak aku ??" tanya Esty penuh rasa heran. Rio tersenyum untuk menjawab pertanyaannya yang berarti “IYA”.
"Hmm.. Aku pikir pikir dulu boleh ga ??" tanya Esty.
"Boleh, tapi jangan lama - lama ya, ntar aku keburu pergi." kata Rio.
"Pergi ?? Kamu mau kemanaa ?? Mau pindah ??" tanya Esty dengan raut wajah sedih.
"Bukan .. Udah kamu gak perlu tau. Pokoknya aku tunggu jawaban dari kamu." kata Rio menjelaskan.
Suasana sepi beberapa saat hingga suara hp Esty membuyarkan suasana sepi.
"Hallo ??" Esty mengangkat telfonnya "Yah, ntar dulu deh mah . . . . Ih iyadeh aku pulang sekarang." Esty menutup telfonnya.
Sambil mendesah kecil Esty berkata "Huh.. Anterin aku pulang Yo." Rio menatapnya heran.
"Hoh kenapa ?? baru juga bentar kita jalan dan santai ditaman ini." tanya Rio pada Esty.
"Tapi aku disuruh pulang." kata Esty dengan wajah cemberut.
"Oohh.. Iyadeh aku anter. Tapi jangan lupa sama jawaban kamu ya." kata Rio mengingatkan Esty.
"Siap bos!!!" kata Esty sambil tertawa lepas.
“apa aku bisa ninggalin kamu Esty?? apa aku bisa liat kamu sedih kalau aku ninggalin kamu nanti ??” batin Rio bagai suara guntur yang begitu menggelegar dalam benaknya yang selalu gundah gulana.
Rio menggandeng tangan Esty menuju motornya dan mengantar Esty pulang.

***

Rio gelisah, sudah seminggu tak ada kabar dari Esty. Seminggu setelah hari dimana Rio menyatakan cinta padanya. Apa dia lupa sama Rio ?? Atau dia kembali lagi ke singapura ?? Lalu bagaimana dengan jawaban dari pertanyaan Rio ??. Tiba tiba kepala Rio terasa pusing, darah segar menetes dari hidungnya. “Oh Tuhan mengapa penyakitku semakin parah sajaa?” ucap dalam batin Rio. Ia pun membuka lagi map merah pemberian dokter tadi siang. “Kanker otak stadium akhir”. Rio melap hidungnya dengan tangan, lalu mengambil motor dan segera bergegas melaju kerumah Esty.
Setelah Rio sampai, Rio melihat ramai sekali rumahnya. Rio turun dan mulai melangkah menuju halaman rumah Esty.
“kenapa semua menangis ?? ada apa ini” pikir Rio dengan memasang wajah penuh heran.
Saat aku memasuki rumah Esty, betapa kagetnya Rio melihat sosok seorang yang Rio sayangi terbaring lemas tak bernyawa. Air mata Rio pun mengalir membasahi pipinya.
"Estyyyyyy..." :’( tangis Rio pecah, Rio tak bisa menahan air matanya lagi. Rio terpukul, Rio tak bisa menerima kenyataan. Dari dalam kamar, Rio melihat Echa, adik Esty yang keluar menghampiri Rio. Dia memberikan surat pada Rio. Segera Rio membuka surat bewarna merah muda itu, dan membaca apa isi suratnya.

Dear Rio,
From Esty,
Maafin aku ya, aku harus pergi ninggalin kamu.Maaf selama ini aku ga cerita tentang penyakit aku ke kamu, aku cuma ga pengen liat kamu sedih.Maaf aku ga bisa habisin saat terakhir aku sama kamu, aku yakin kamu bisa tanpa aku.
Kamu mau tau ga jawaban aku ?? aku mau yo, aku juga sayang sama kamu. Udah lama aku nunggu kamu nyatain cinta ke aku. Tapi kenapa baru sekarang ?? Aku sayang sama kamu yo, tetep senyum ya pangerankuu .. I love you forever byee ...

Tangis Rio semakin kencang, Rio berlari menuju jasad Esty yang tergeletak lemas. Rio mengguncangkan tubuh Esty, berharap Esty bangun dan memeluknya.
"Estyy,, bangun Estt, bangunnn!!!" Jeritan hatinya serta tangisnya berbaur menjadi satu.
Tak lama kemudian Rio merasakan pusing yang teramat sangat, Rio merasakan hidungnya dialiri oleh darah segar. Matanya perlahan tak dapat melihat apa apa dan kemudian gelap. Rio melihat Esty tersenyum padanya seakan mengajak Rio menuju suatu ke suatu tempat yang abadi. Rio memegang tangannya kuat, akhirnya pun Rio ikut bersama dengan Esty menuju surga. Semua orang disitu tercengang dan kaget serta histeris melihat keduanya sudah tak bernyawa.
Esty lah cinta pertama dan terakhir Rio. Cinta yg abadi.

2 komentar:

Unknown mengatakan...

loh kagak bisa?? :)

Unknown mengatakan...

mana yang baca ya??