Tak
kala, Kubenamkan kegundahanku kedalammu,
Tak kala, dalam kesendirianku bercurah hati
kepadamu,
Saat aku terjatuh terbentur batu siksa,
Saat aku melambung jauh dalam khayalan semu,
Aku tau kau akan hadir dan akan selalu
menjadi begitu.
Dalam rindu yang merajam batinku,
Kau masih bersikap sama,
Dalam purnama yang penuh cinta,
Kau jua masih bersikap seperti itu,
Dan aku tau kau akan tetap selalu
begitu walau tanpa waktu.
Mereka nian tidak pernah berhenti menginjak
– injak asaku,
Mereka jua semakin membias waktu sedihku,
Mereka pula yang membuatmu membulatkan
tekadku,
Dan mereka jugalah yang membuatmu menjadikan
hati ini kuat,
Aku, mereka, dan wujudmu adalah bagian dari
puisiku.
Ceritaku, mimpiku, cintaku, juga sedih
dan dukaku selalu menghadirkanmu,
Kesedihan dan bahagiaku adalah wujudmu,
Butiran – butiran cinta dan do’aku
adalah arti bagimu,
Sungguh hadirmu munajat akan rasa
gemetar hebat batinku,
Air mataku . . .


0 komentar:
Posting Komentar