Kamis, 20 Juni 2013

Teman yang Sejati

17.23

Share it Please
    Tak kala, Kubenamkan kegundahanku kedalammu,
    Tak kala, dalam kesendirianku bercurah hati kepadamu,
    Saat aku terjatuh terbentur batu siksa,
    Saat aku melambung jauh dalam khayalan semu,
    Aku tau kau akan hadir dan akan selalu menjadi begitu.
         Dalam rindu yang merajam batinku,
         Kau masih bersikap sama,
         Dalam purnama yang penuh cinta,
         Kau jua masih bersikap seperti itu,
         Dan aku tau kau akan tetap selalu begitu walau tanpa waktu.
    Mereka nian tidak pernah berhenti menginjak – injak asaku,
    Mereka jua semakin membias waktu sedihku,
    Mereka pula yang membuatmu membulatkan tekadku,
    Dan mereka jugalah yang membuatmu menjadikan hati ini kuat,
    Aku, mereka, dan wujudmu adalah bagian dari puisiku.
         Ceritaku, mimpiku, cintaku, juga sedih dan dukaku selalu menghadirkanmu,
         Kesedihan dan bahagiaku adalah wujudmu,
         Butiran – butiran cinta dan do’aku adalah arti bagimu,
         Sungguh hadirmu munajat akan rasa gemetar hebat batinku,
         Air mataku . . .

0 komentar: